Senin, 02 Mei 2011

CIRI-CIRI PROFESIONALISME

1)      Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu. 

2)      Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan. 

3)      Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai. 

4)      Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup. 

5)      Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi. 

6)      Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan/kegiatan itu 

7)      Bangga akan pekerjaannya


Ciri di atas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional, harus ada kriteria-kriteria tertentu yang mendasarinya. Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensikompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

ETIKA PROFESI


      Profesi : Pekerjaan yang memerlukan keahlikan / keterampilan khusus

      Merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau   memberikan petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjadi mutu moral profesi itu di mata masyarakat.

        Profesionalime  Merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kualitas yang       menandai atau melukiskan coraknya suatu ”profesi”. Profesionalisme mengandung pula pengertian  
         menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan. 
         Orang yang   menyandang profesi disebut ’profesional’.

KAIDAH DASAR MORAL


1. Kaidah sikap baik

Sebagai landasan dari semua norma moral
  • Harus membuat yang baik dan mencegah yang buruk
  • Selalu bersikap baik terhadap siapa dan apa saja
  • Berbuat baik = memandang seseorang / sesuatu tidak hanya sejauh berguna bagi saya
  • Pelaksanaannya tergantung apa yang baik dalam situasi konkret
Menghadapi dilema : Harus memilih yang ada kelebihan maksimal dari akibat baik dibanding akibat-akibat buruk (meminimalkan akibat-akibat buruk)

2. Kaidah keadilan

Kaitan dengan sikap baik
·        Mengandaikan kaidah sikap baik
·        Perlu berbuat baik secara adil
·        Keadilan menjamin pelkasanaan kebaikan dengan benar Pengertian keadilan